www.nurfuzie.com eintannurfuzie@gmail.com

2010-04-06

jgn jd gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.


"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.


"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.


Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.


"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.


"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.


"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.


Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.


"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.


"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.


Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"


"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.


"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"


"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."


Si murid terdiam, mendengarkan.


"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

motivation



Let us share what Datuk Dr. Fadilah Kamsah used to say :



"Ada orang datang ke pejabat dengan perasaan penuh gembira & ceria ,
ada datang dengan perasaan "biasa" dan ada datang dengan perasaan serba tak kena ."

Ingat lah, sesiapa yang datang hanya dengan perasaan "biasa" saja,
hasilnya adalah "biasa" saja, sesiapa yang datang dengan ceria,
hasilnya akan jadi lebih daripada biasa ataupun luar biasa.

Bekerja la dengan ceria agar menghasilkan produktiviti yang luar biasa yang
akan menggembirakan orang di sekeliling kita.
Semoga hasil itu akan mendapat keberkatan insyallah..." 
Jadi renungkan lah.... 

1.. Ada antara kita datang ke pejabat hanya memenuhi tanggungjawab 'DATANG BEKERJA' tapi hampa,
hasilnya macam kita ' TAK DATANG' kerja

2. Ada kala kita rasa kita BUSY giler, rupanya kita hanya 'KELAM KABUT' .

3. Adakala kita rasa kita PERIHATIN , tapi rupanya kita BUSY BODY. 

4. Adakala kita rasa kita OPENMINDED and OUTSPOKEN tapi rupanya kita KURANG PENGAJAR'AN.

5. Adakala kita rasa kita berpemikiran KRITIS , rupanya kita hanya lebih kepada
KRITIK yang mencipta KRISIS . 

6. Adakala kita rasa kita ingin menjadi LEBIH MESRA tapi rupanya kita di lihat lebih MENGADA-NGADA . 

7. Adakala kita suka bertanya 'KENAPA DIA NI MCM TAKDE KEJE', adalah lebih baik kita tanya
'APA LAGI KEJE YANG AKU BOLEH BUAT ?' 

8. Adakala kita rasa kita ni pekerja yang SEMPURNA,BAIK DAN BERDEDIKASI tapi cuba tengok dalam-dalam,sela-
gi hati kita berdengki,jatuhkan reputasi sesama rakan sekerja (report kat bos kawan kita tak bagus dari kita)dan
tak amanah (mencuri dan tak siapkan kerja),kita sebenarnya patut terima hakikat betapa kita lebih teruk dari dari
anggapan kita itu sendiri.

Pejam mata dan renung lah diri, kalau kita perlu melakukan ANJAKAN PARADIGMA , 
maka lakukanlah segera...tapi manusia tetap manusia..
sukar untuk berubah kerana kita selalu beranggapan kita lebih baik...
adakah dengan merasakan itu kita sememangnya terbaik?

Maka untuk itu , mari kita mula senyum, ceria, mesra sesama kita
dan tingkat kerjasama dalam kerja,
tak rugi kita semai rasa 'kekeluargaan' dalam tugasan ...
kalau kita kurang kerja, cari la kerja membantu teman-teman yang lain. 

Tak dapat gaji lebih pun tak apa sebab pahala dapat..
kita withdraw kat akhirat nanti...
tapi kalau kita asyik dengki mendengki..
nasib la sebab sudah ditentukan jalan yang sukar itu yang kita pilih.. 

Renungi lah, berapa ramai kawan kita dan berapa ramai lawan kita, 
nescaya itulah kayu pengukur diri yang sebaiknya...

"Mengkritik tidak bererti menentang,
Menyetujui tidak semestinya menyokong,
Menegur tidak bermakna membenci,
dan berbeza pendapat adalah kawan berfikir yang baik." 

RAFIQIN DARWISY



salam semua..
klu sesaper yg slalu on9 facebook, msti dh kenal nama dak ni..
yg btul2 menaikkan kemarahan ramai org kerana kenyataannya menghina arwah din beramboi, mempermainkan perkataan al-fatihah kepada al-fuck dan memurtadkan siri sendri kerana mengaku beragama khadazan sdgkan khadazan merupakan bangsa n bukan agama...
pelbagai group ditubuhkan untuk meluahkan persaan yg mare...
n pada detik ni mybe si rafiqin darwisy(RD) x senang duduk..ramai yg memerhatikan dia n mare2 kt dia...pe2....lu pk la sndri RD...ko uat hal..ko tanggung...
klu nk dorg hentikan pe yg dikatakan sekarag agak mustahil...ms jer tentukan...so persaan ko 2 xkan tenang....



ini antara msg yg ditaip oleh RD


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

About

For Advertorial, Collaborations and Review. Please Contact eintannurfuzie@gmail.com.

Get widget

Blog Archive

Labels

Jom Buat Mobile App

 photo iklan_blog3_small.png

Shoplinks.Asia

Ads